Blog Rumaisha

Blog Rumaisha – Toko Muslim Rumaisha (http://www.rumaisha.com)

Mengenal Penyakit Gondongan

Sebagian besar masyarakat mungkin sudah mengenal penyakit gondongan yang dalam istilah kedokteran disebut “parotitis” atau “mumps”.

Namun tidak sedikit yang masih belum memahami lebih detail mengenai penyakit ini sehingga melakukan pengobatan yang tidak ilmiah. Kita juga perlu mengetahui gejalanya dan apa saja komplikasi yang bisa ditimbulkannya.

Apa itu “Gondongan”?

Gondongan adalah penyakit akibat infeksi virus yang sangat menular. Virus paramyxovirus menyerang kelenjar ludah (parotis)  di antara telinga dan rahang sehingga menimbulkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah. Penyakit ini sering dialami oleh anak usia 2-12 tahun. Penyebaran virus dapat terjadi melalui kontak langsung dan percikan ludah. Maka dari itu, tak heran jika penyebarannya sangat cepat terjadi di suatu daerah tertentu.

Pemukiman padat penduduk, sekolah, pondok pesantren, asrama, dan tempat penitipan anak merupakan tempat yang paling rentan terjadi penyebaran penyakit. Hal ini karena banyak anak berkumpul disatu tempat yang cukup padat, bermain, makan dan minum bersama, saling bersinggungan (kontak) langsung, sementara kondisi imunitas anak masih belum sempurna sehingga mudah terjadi penularan.

Tak Sekedar Pipi Bengkak

Mendengar kata “gondongan”, pikiran kita akan segera membayangkan pipi yang bengkak atau membesar. Namun siapa sangka, ada juga yang tidak menyadari kalau dirinya atau mungkin putra-putrinya telah terkena gondongan. Bagaimana tidak, banyak yang telah datang ke dokter dengan keluhan nyeri telan, sakit gigi, sakit gusi, atau demam saja. Hal ini bisa terjadi terutama pada anak-anak yang belum bisa menunjuk rasa sakit dengan tepat.

Gejala yang menyertai gondongan memang bervariasi. Ada yang hanya mengelukan nyeri telan tanpa demam, ada yang disertai demam tinggi, ada yang pembengkakannya sangat jelas terlihat pada kedua sisi, ada yang hanya sebelah saja, dan ada juga yang hanya bengkak di bagian bawah telinga sehingga tidak tampak.

Pada tahap awal, penderita mengalami gejala demam (1-2) hari, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut). Selanjutnya terjadi pembengkakakn di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjear kemudian kedua kelenjar membangkak. Kelenjar-kelenjar di bawah dagu juga bisa menjadi lebih besar dan membengkak. Pembengkakan biasanya terjadi sekitar 3 hari kemudian berangsung mengempis. Gejala ini sangat bervariasi dan tidak selalu dialami secara lengkap oleh penderita.

Bagaimana Penangannya?

Penyakit gondongan termasuk penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Penyakit gondongan disebabkan oleh virus sehingga tidak membutuhkan antibiotik dalam pengobatannya. Penderita gondongan hanya memerlukan istirahat yang cukup dan nutrusi yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika diperlukan boleh diberikan obat penurun panas dan anti nyeri, tergantung gejala yang muncul. Boleh juga ditambah dengan suplemen untuk mendongkrak daya tahan tubuh anak.  Sebaliknya, penderita menghindari makanan asam supaya tidak bertambah nyerinya. Selain itu, diberikan makanan lunak untuk memudahkan pengunyahannya, seperti bubur dengan lauk yang empuk sehingga meringankan proses pengunyahan.

“Blau”, Bukan Obat Gondongan

Mungkin sampai sekarang kita mendapatkan sebagoan orang yang menggunakan “blau” yaitu sabun cuci (biasanya untuk memutihkan baju, berwarna biru) yang berwarna biru untku dioleskan ke pipi ketika mengalami gondongan. Perlu dikerhui, bahwa cara seperti ini hanya mitos yang diyakini secara turun menurun dapat menyembuhkan gondongan, padahal secara ilmiah tidak bisa dibuktikan. Penggunaan blau sejatinya hanya untuk membuat anak-anak yang terkena gondongan malu keluar rumah karena pipinya berwarna biru, sehingga ia bisa beristirahat di rumah dan meminimalkan risiko penularan pada anak-anak lain. Cara-cara seperti ini tentunya tidak perlu dipakai lagi. Kita cukuo melakukan langkah-langkah penangan seperti yang dijelaskan sebelumnya,

Orang Dewasa Juga Bisa Terkena

Penyakit gondongan tidka hanya menyerang anak-anak. Meskipun jarang, tapi kaum dewasa juga bisa mengalaminya. Bahkan, pada pria dewasa (baligh), virus peneybab gondonga bisa juga menyerang bagian testis atau buah zakar pada kemaluannya, sehingga membengkak dan nyeri. Jika hal ini terjadi, penderita harus istirahat total dengan tirah baring, dan untuk mengurangi nyerinya bisa dengan mengompres buah zakar dengan es.

Waspadai Komplikasinya

Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulith total tanpa penyulis, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 pekan. Keadaaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur. Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.

Di bawah ini, komplikasi yang dapat terjadi jika gondongan tidak segera ditangani:

  • Orkitis atau peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.
  • Ovoritis atau peradangan pada salah satu atau kedua indung telur. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.
  • Ensfalitis atau meningitis: peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang.
  • Pankreatitis atau peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir munggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.
  • Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak.
  • Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.

Perlukah “Karantina”

Meskipun penyakit ini termasuk dalam “self timing disease’ atau penyakit yang bisa sembuh sendiri biidznillah, namun kita tetap berusaha melakukan penanganan yang tepat. Mengingat penyebarannya yang sangat cepat, bisa dilakukan usaha preventif (pencegahan) yaitu dengan mengistirahatkan anak yang sakit di rumah. Pihak sekolah hendaknya menghimbau para orang tua untuk tidak menghantar anaknya ke sekolah dulu sampai benar-benar sembuh. Hal ini tentunya demi kebaikan bersama, yaitu agar penderita bisa meulihkan kondisi kesehatannya di rumah dan anak-anak lain di sekolah juga terhindar dari risiko penularan.
Bagaimana dengan anak-anak yang bersekolah dengan sistem boarding school atau asrama seperti pondok pesantren? Pihak ponpes sebaiknya menyediakan tempat khusus untuk perawatan anak-anak yang sedang sakit. Hal ini tentu jangan dipahami bahwa penderita tidak boleh kontak dengan orang luar. Perawatan di ruang khusus seperit ini selain untuk menekan risiko penularan, juga mempunyai tujuan utnuk memudahkan dalam perawatan, seperti pemberian obat, pemberian menu makanan yang dianjurkan (bubur, makanan lunak), dan memberikan kesempatan bagi anak yang sedang sakit untuk beristirahat tanpa gangguan. Demikian penjelasan menyenai penyakit gondongan, semoga bermanfaat (dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah)

Referensi:

1. Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas, Tahun 2007, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

2. Sumarno S, Infeksi dan Penyakit Tropis Edisi 1, Tahun 2002, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Ditulis ulang dari Majalah Assunnah Edisi 07  Tahun XVI, Hal 12-13

Tags: , , , , , ,

7 Responses to “Mengenal Penyakit Gondongan”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

RSS Toko Muslim Rumaisha

  • TRESNOMED (Ramuan Herbal Khusus Dewasa)
    Meningkatkan produksi hormon testoteron yang merupakan hormon seksual yang berperan dalam peningkatan gairah pada pria.? […]
  • PROMELIN (Herbal Kencing Manis/Diabetes Melitus)
    Membantu mengontrol dan menormalkan kadar gula darah, mengoptimalkan fungsi kelenjar pankreas serta meningkatkan daya tahan serta stamina tubuh? […]
  • PROGELIN PLUS (Herbal Asam Urat)
    Membantu mengaobati asam urat, reumatik (encok), sakit pinggang, pegel linu, nyeri sendi, nyeri otot serta menambah energi dan stamina tubuh? […]
  • Ukhti U81
    Ukhti U81 Warna: Hijau Pucuk dan Kuning Kunyit Ukuran: S, M, L, XL ? […]
  • Na7ya J.39
    Gamis: Berbahan :Katun Kombinasi warna : Hitam Aplikasi     : Motif bordir Assesoris  : Kancing Tersedia Size : S, M, L dan XL (Khusus size XL tambah Rp. 10.000) […]